3 Doa Setelah Wudhu Yang Sering Dilupakan

Wudhu merupakan suatu aktifitas yang berfungsi mengangkat hadats kecil dari diri seorang muslim. Tidak ada seorang muslim pun yang tidak mengenal aktifitas wudhu. Karena seorang muslim umumnya akan melakukan akifitas ibadah ini sebelum melaksanakan shalat, mengingat aktifitas ini termasuk dari salah satu syarat keabsahan shalat. Bahkan Allah sampai menerangkan tata cara wudhu secara umum dalam Al-Quran. Di samping, Nabi sendiri banyak menyampaikan keutamaan wudhu. Para ulama juga membahas tata cara wudhu secara rinci agar umat Islam mampu berwudhu berdasarkan tuntunan dan tuntutan syariat. Termasuk yang diajarkan oleh Rasulullah adalah bacaan atau doa setelah wudhu. Ada beberapa doa selesai wudhu yang barangkali di antara kita masih ada yang belum mengetahuinya dan belum mengamalkannya.

Pertama

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

“Aku bersaksi tidak ada ilah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah Rasul Allah.” (HR. Muslim: 234 dari ‘Uqbah bin ‘Amir al-Juhani).

Rasulullah bersabda mengenai keutamaan doa ini:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُأَوْ فَيُسْبِغُ – الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

“Tidak salah seorang dari kalian berwudhu, lalu ia memperbagus wudhunya, kemudian mengucapkan: “Asyhadu alla ilaaha illallah wahdahu laa syarikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluhu”, melainkan akan dibukakan untuknya 8 pintu surga. Ia boleh masuk (surga) dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR. Muslim: 234 dari ‘Uqbah bin ‘Amir al-Juhani).

Kedua, Tambahan Lafazh Pada Doa Pertama

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ

“Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang yang bertaubat dan jadikan aku dari golongan orang yang menyucikan diri.” (HR. At-Tirmidzi: 55 dari ‘Umar bin Al-Khaththab)[1].

Maka redaksi lengkapnya:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Ganjarannya juga sama, yaitu dibukakan 8 pintu surga dan boleh masuk surga dari pintu yang mana saja. (HR. At-Tirmidzi: 55 dari ‘Umar bin Al-Khaththab).

Tambahan  doa ini adalah perealisasian terhadap firman Allah ketika memerintahkan para wanita agar bersuci setelah selesai haidh:

فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Apabila mereka (kaum wanita) telah suci, maka datangilah mereka dari arah yang Allah perintahkan. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Ketiga

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Maha Suci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada yang berhak diibadahi secara haq kecuali Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan Aku bertaubat pada-Mu.” (HR. An-Nasai dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Laylah: 83 dari Abu Said Al-Khudri).[2]

Rasulullah bersabda mengenai keutamaan doa ini:

مَنْ تَوَضَّأَ ثُمَّ قَالَ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ  أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ  أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، كُتِبَ فِي رَقٍّ ثُمَّ طُبِعَ بِطَابَعٍ فَلَمْ يُكْسَرْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa yang berwudhu, kemudian mengucapkan: “Subhanakallahumma wa bihamdika. Asyhadu allaa ilaaha illaa anta. Astaghfiruka wa atuubu ilayk.” Akan dicatatkan ucapan tersebut di sebuah daun, lalu dikunci, dan tidak akan hancur sampai hari kiamat.” (HR. An-Nasai dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Laylah: 83 dari Abu Said Al-Khudri).

Sejatinya doa yang ketiga ini adalah doa kaffaratul majlis (penutup majlis), namun juga disunnahkan dibaca selesai wudhu. Oleh sebab itu, sebisanya kita tidak meninggalkan ketiga doa ini setiap selesai wudhu, sebagai bentuk pengamalan terhadap sunnah Rasulullah. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa ketiga doa tersebut juga disunnahkan dibaca setelah selesai wudhu dan setelah selesai mandi junub (wajib/haidh). Lihat Syarh Shahih Muslim III/121. Wallahu a’lam


[1] Tambahan ini keshahihannya diperselisihkan oleh para ulama. Imam At-Tirmidzi sendiri melemahkannya dalam Sunan At-Tirmidzi I/110. At-Tirmidzi mengatakan: “Tidak ada sedikitpun riwayat yang shahih dari Nabi terkait bab ini (bacaan setelah wudhu). Al-Arnauth juga cenderung melemahkannya dalam Tahqiq Sunan Abu Dawud I/122. Dihasankan oleh Al-Baghawi dalam Mashabihus Sunnah I/182 dan Al-Albani dalam Shahihut Targhib I/209. An-Nawawi cenderung menghasankannya dalam Al-Majmu’ I/456-457

[2] Hadits ini dilemahkan oleh An-Nawawi dalam Al-Adzkar I/28. Namun dishahihkan oleh Ibnu Mulaqqin dalam Al-Badrul Munir II/290-291. Ibnu Mulaqqin menampik pelemahan yang dilakukan oleh An-Nawawi ini dalam Al-Badr II/290-291. Juga dishahihkan oleh As-Suyuthi dalam Tuhfatul Abrar I/38 dan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam At-Talkhish I/300. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihut Targhib I/209 dan Al-Arnauth dalam Tahqiq Al-Adzkar I/28.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar